Minggu, 05 Februari 2012

KRONOLOGIS MUHAMMAD MENJADI NABI


Kronologis muhammad menjadi nabi
            Satu hal yang perlu dipahami, diteliti sebelum terjun, mengekpos atau berbicara tentang alquran, ada beberapa hal yang sangat mendasar yang perlu menjadi bahan pertimbangan  tentang dan dengan semua pernyataan, sejarah, ajaran, dan lain lain yang terkandung dalam Alquran, dikarenakan Alquran  tidak diketahui pasti kebenarannya dan keakuratannya, tanpa mengetahui dan  mengenal latar belakang sosok dan pribadi muhammad sang pembuat Alquran, yang mengklaim dirinya sebagai orang yang bertanggungjawab, dan yang mengaku bahwa isi alquran adalah wahyu dari sang pencipta. Dan dengan  dilatarbelakangi keraguan hampir sebagian besar penduduk bumi tentang isi serta materi yang terkandung di dalam Alquran, dengan ini saya menerangkan semampu saya tentang latar belakang, seluk beluk dan kepribadian Muhammad secara spesifik, diteliti dari sejarah atau riwayat yang tertuang dalam haddits dan sebagian dari Alquran itu sendiri.
Ada 3 (tiga) oknum atau pribadi yang berperan penting dan sekaligus menjadi   pencetus ide terbitnya Alquran yaitu:                                 
1.     Warokah (paman Muhammad) sebagai sang pemilik ide utama, motivator dan saksi.
2.     Siti Khadijah (istri pertama Muhammad), motivator dan saksi
3.     Muhammad sang kreator Alquran

            Adapaun riwayat Muhammad sejak masa anak anak  sampai menginjak usia 25 tahun, Muhammad diketahui sebagai seorang anak yang memiliki suatu keanehan dan keanehan yang dimiliki muhammad adalah dalam bentuk berhalusinasi (khayalan, jika setelah diteliti lebih lanjut diketahui bahwa keanehan itu adalah sejenis penyakit)
muhammad adalah seorang anak yatim yang dibesarkan oleh pamannya sendiri, kepribadian muhammad terbentuk dalam ketidak pastian dan berada dalam tekanan negatif oleh pengaruh sosial yang buruk pada masa itu, baik secara sosial, hukum dan agama. Sehingga pengetahuan Muhammad akan ke tiga hal diatas sangat sangat minim, dan bahkan muhammad mengakui hal itu seperti tertuang dalam curhatan muhammad di dalam kitab buatannya "
"Bukankah Dia (Tuhan) mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu
Dia melindungimu, dan Dia mendapatimu bimbang, lalu Dia
memberi petunjuk kepadamu, dan Dia mendapatimu dalam keadaan
kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan?" (QS Al-Dhuha [93]:
6-8).

            Maka dengan demikian suatu kondisi dan situasi menguntungkan yang timbal balik  tercipta, dimana dipihak lain paman Muhammad yang bernama "WAROKAH" mempunyai sebuah visi dan misi melanjutkan kesinambungan faham agamanya yaitu Nasrani / Nestorian sekte Monoteism dalam hal ini Warokah sangat membutuhkan seorang penerus dari apa yang dia  ketahui, kuasai, miliki untuk diwariskan kepada seseorang, dan dipihak lain juga Muhammad sendiri membutuhkan seorang tokoh atau guru untuk membimbing dirinya dalam menguasai pengetahuan tentang ke tiga hal diatas yaitu "sosial, hukum dan agama", maka mulailah Muhamamd belajar segala sesuatunya tentang ke tiga hal diatas kepada "WAROKAH" ***
Warokah sang paman muhammad, menilai bahwa misi yang akan diemban muhammad akan berhasil, sehingga "Warokah" meyakinkan  Muhammad dengan sebuah kalimat bahwa "dirinya (muhammad) adalah Rasul / karena memiliki tanda - tanda kerasulan dipunggung Muhammad, tetapi apa yang dikatakan "warokah" kepada Muhammad jelas tidak mempunyai dasar dan dalil  yang akurat, 
sehingga  pengakuan dari paman Muhammad ini tidak begitu saja bisa kita terima, sebab beberapa pertanyaan muncul kepermukaan diantaranya adalah :
      1. Darimana Warokah mendapatkan pengetahuan bahwa seorang nabi akan muncul atau hadir dengan ciri ciri dan tanda kenabian berada dipunggungnya? Sebab jika dari alkitab dan injil, itu berarti tidak pasti, sebab injil tidak ada ditangan orang arab pada masa itu.
      2. Bentuk / benda apakah yang menjadi  tanda yang terletak dipunggung Muhammad sehingga mampu meyakinkan Warokah bahwa itu adalah tanda atau ciri ciri seorang nabi?
      3. pertanyaan ketiga ini adalah paling mendasar, yaitu dari manakah Warokah mendapatkan pengetahuan / ajaran / dalil yang mengatakan tentang hal - hal diatas?

Dan jika kita teliti dan telusuri lebih jauh lagi, tentang beberapa riwayat paling aneh darikronologis muhammad mengaku nabi, kita bisa menemukan perkara atau kejadian yang sangat janggal, aneh dan juga sesuatu hal yang tidak memiliki akar atau sumber akibat yang pasti. Riwayat yang tertulis dalam  beberapa haddits sep[eri dibawah ini:
““
Maka kemudian ketika Jibril datang kepadanya, Rasulullah berkata kepada Khadijah, “Ini adalah jibril yang telah datang menemuiku”. Khadijah berkata; “Kemarilah wahai anak pamanku, duduklah dipaha kiriku . Kemudian Rasulullah melakukannya dan Khadijah berkata, “Apakah dapat melihatnya?”. “Ya”, jawab Rasulullah. Kemudian Khadijah berkata, “Berputarlah dan duduklah diatas paha kananku .” Rasulullah melakukannya dan Khadijah berkata, “Dapatkah kamu melihatnya?” Ketika Rasulullah mengangguk, dia meminta Rasulullah untuk duduk dipangkuannya . Ketika Rasulullah melakukannya, Khadijah menanyakan apakah Rasulullah masih dapat melihatnya. Ketika Rasulullah mengangguk, Khadijah membuka bajunya dan melemparkan kerudungnya (hingga telanjang bulat)) ketika Rasulullah masih duduk dipangkuannya. Kemudian dia berkata, “Apakah kamu masih dapat melihatnya”. Rasulullah menjawab, “Tidak”. Khadijah berkata, “Wahai anak pamanku, bergembiralah dan berbanggalah, demi Tuhan dia adalah malaikat dan bukan setan”. (Ibnu Ishaq, Sirat Rasulullah, p158)

Dalam riwayat diatas sangat jelas sebuah alur yang terputus dan tidak diketahui sumbernya dengan jelas, tetapi Islam menelan mentah begitu saja tentang riwayat diatas, sehingga pertanyaan terbesar muncul satu persatu yaitu:
           
1.     Dari mana Siti Khadijah mengetahui dan atau mendapatkan cara / methode sebagai dasar pengetahuan untuk dapat membedakan setan dengan jibril?
2.     Jika Siti Khadijah mendapakannya dari Warokah, darimanakah Warokah mendapatkan pengetahuan atau ajaran tersebut?
3.     Adakah bukti akurat yang tersisa dari / tentang sumber pengetahuan yang dimiliki Warokah?
Dan disamping pertanyaan pokok diatas ada beberapa hal yang mungkin sedikit menggelitik, yaitu:
            dalam tiga langkah / cara yang diljalankan oleh Siti Khadijah untuk mendeteksi tentang siapa makhluk yang mengikuti Muhammad, secara sexologi jelas akan memberi suatu rangsangan hebat yang dapat membuat seorang yang sedang mengalami trauma dalam ketakutan menjadi lupa diri, apalagi dengan methode atau cara yang dilakukan oleh Siti Khadijah adalah termasuk kedalam kategori sebuah rangsangan nafsu yang menjurus pada berahi,

            Mungkin saja langkah pertama yang dijalankan Siti Khadijah kepada muhammad untuk duduk di paha sebelah kiri Siti Khadijah, Muhammad masih diselimuti rasa takut, dan nafsu kelaki – lakian Muhammad belum tergugah, akan tetapi suasana dan kehangatan paha seorang wanita dapat merubah segala suasana bagi seorang laki laki normal dan hal itu merupakan satu kepastian,  dan pada pertanyaan pertama yang dilontarkan Siti Khadijah “Muhammad mengaku masih melihat “makhluk “ itu, akan tetapi hal itu tidak berlaku dalam langkah ke tiga yang dilakukan oleh Siti Khadijah sebab muhammad telah nyaman dengan kehangatan tubuh Siti Khadijah, apa lagi Siti Khadijah dalam langkah ke tiga ini dalam pose bugil atau telanjang, secara otomatis yang awalnya muhammad konsentrasinya hanya tertuju dan pokus dalam ketakutannya, kini konsentrasinya beralih kepada kehangatan tubuh Siti Khadijah. Maka dengan perubahan itu, dari rasa takut berubah menjadi gairah dan nafsu berahi dan nafsu berahi, sehingga wajar Muhammad jika kemudian mengatakan “saya tidak melihatnya (makhluk) lagi”

            Dan apabila semakin jauh kita telusuri, sungguh terdapat keanehan dalam  metode atau cara yang diterapkan Siti Khadijah untuk membedakan “setan” dan “malaikat”, pertanyaan yang muncul dengan riwayat diatas adalah:
1.      Apakah ciri – ciri malaikat menurut pengetahuan Warokah dan Siti Khadijah tersebut adalah takut dengan alat kelamin (Vagina) perempuan?
2.      Jika memang demikian, mengapa harus perlu sampai ada 3 (tiga) langkah?
3.      Mengapa Siti Khadijah tidak langsung telanjang bulat saja? Dengan demikian, maka tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui apakah makhluk itu setan atau malaikat, dan tidak perlu juga menunggu lama muhammad dalam ketakutan?
4.   Bukankah riwayat diatas lebih terarah atau identik dengan canda mesra sepasang suami istri? Dengan kata lain cerita di atas hanyalah humor antara SitI Khadijah dengan Muhammad.
5.      Jika memang malaikat takut dengan alat kelamin wanita (vagina) apa alasannya? Dan dalil atau ajaran  itu tertulis (kitab) di mana? Ajaran dari siapa?

Dalam sebuah pernyataan Warakah dalam Haddits, Waraqah mengatakan, "Itu adalah Jibril yang sama yang dikirim Allah kepada Musa. (Sahih Bukhari 87:111), pernyataan ini tidak serta merta kita terima dan telan mentah – mentah begitu saja, dengan teliti dan seksama, pernyataan Warakah sungguh pembodohan dan kebohongan besar, bagaimana tidak, jika Warokah berkata bahwa “makhluk yang datang kepada Muhammad itu adalah Jibril malaikat yang sama yang dikirim Tuhan kepada Nabi Musa, maka berbagai pertanyaan timbul:
           
1.     Darimanakah sumber pengetahuan yang dimiliki Warokah sehingga dapat membuat satu keputusan dan memastikan kepada Muhammad bahwa Makhluk yang selalu mengikutinya adalah “Malaikat Jibril”?
2.     Apakah hal yang sama (methode seperti yang dijalankan Siti Khadijah dijalankan juga oleh Istri Nabi Musa) dialami Nabi Musa saat Malaikat Jibril dikirim Tuhan kepada Musa? Sehingga riwayat Nabi Musa dijadikan pedoman oleh Warokah?
3.     Adakah sumber dan bukti dari semua perkataan dan pengetahuan Warokah? Atau hanya sekedar dongengan belaka? Atau memang akal akalan Warokah demi mensukseskan Misi dan Visinya? ***

Keanehan – keanehan lain yang lebih dahsyat dan terkadang kontradiksi bahkan makin sering terjadi dan malah semakin menjadi – jadi dan itu terjadi setelah Siti Khadijah mengklaim dan memastikan bahwa makhluk yang selalu mengikuti muhammad adalah malaikat (jibril), maka inilah cikal bakal dan l rasa “percaya diri Muhammad ditambah dengan pengakuan dan dukungan dari pamannya sendiri, jika kita pelajari lebih dalam lagi, dengan referensi Riwayat Nabi – Nabi yang tertulis dalam Alkitab, dimana setiap nabi tidak satupun yang memiliki riwayat aneh seperti yang dialami Muhammad, seharusnya merujuk kepada riwayat para Nabi yang tertulis dalam Alkitab, (detail dan akurat), bahwa Tuhan ataupun lewat Malaikatnya, senantiasa memperkenalkan dirinya kepada orang yang ditemuinya (Nabi – Nabi), satu contoh kita ambil dari riwayat Nabi Musa, bagaimana Tuhan memperkenalkan dirinya kepada Musa tertulis dalam

Kitab (Bible) Keluaran 5 : (4) Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah
(5) Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."
(6) Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.

Terlihat dengan sangat jelas bagaimana Tuhan tidak memberi satu keadaan yang membingungkan, menyakitkan bagi musa sehingga menyulitkan Musa untuk mengenal Tuhan, dengan demikian Musa tidak membutuhkan bantuan orang lain untuk memastikan apakah yang berkomunikasi dengan dirinya itu Tuhan atau tidak,

Kejanggalan demi kejanggalan dan juga keanehan demi keanehan senantiasa akan kita temui dalam “kronologis muhammad mengaku diri nabi””, bila kita tinjau kembali tentang riwayat salah seorang yang bernama “Warokah” yang menjabat sebagai “paman Muhammad” dapat kita simpulkan bahwa “hanya karena ambisi, visi dan misi Warokah sendiri yang ingin melakukan suatu perombakan, tentang ajaran yang tertuang di dalam Alkitab, dan juga disebabkan oleh harapan “Warokah”  kepada Muhammad untuk menjadikan Muhammad menjadi seorang revolusioner yang membawa perubahan kepada Bangsa Arab sesuai dengan prinsip dan pola pikir “Warokah”, Warokah yang nota bene adalah seorang Nasrani yang saat itu hidup berdampingan dengan masyarakat “pagan” ,  tidak sanggup memahami dengan sempurna isi dan ajaran yang tertuang dalam “Injil”,  sehingga “Warokah” senantiasa hidup dengan keraguan, iman yang salah dan mati. Hal ini terbukti dari ketidak tahuan Warokah tentang beberapa nats dan perihal penting tertulis dalam Alkitab yang sememangnya mampu membuang keraguan Warokah tentang alkitab sebagai berikut:

Kitab 2 SAMUEL 7:(21) Oleh karena firman-Mu dan menurut hati-Mu Engkau telah melakukan segala perkara yang besar ini dengan memberitahukannya kepada hamba-Mu ini.

Penjelasan makna pada ayat diatas adalah bahwa Tuhan menunjukkan segala sesuatu perkara atau mukjizat yang besar hanya kepada Hamba Tuhan atau manusia yang dipilih Tuhan, dalam arti manusia itu sendiri memahami kehendak Tuhan hanya karena Tuhan sendiri yang memberitahukan arti dan pemahaman kepada orang pilihannya, hal inilah yang tidak pernah didapatkan Warokah seumur hidupnya, sehingga warokah senantiasa hidup dalam iman yang mati.


Kitab AMSAL 21:(30) Tidak ada hikmat dan pengertian, dan tidak ada pertimbangan yang dapat menandingi TUHAN.             

ayat diatas menjelaskan salah satu sifat ke mahaan Tuhan, pemahaman yang dimiliki “warokah” pada masanya "bahwa setiap orang  mampu dan sanggup memahami / mengenal Tuhan dengan akal dan logika, justru hal ini sesat dan tidak benar, dan sangat bertentangan dengan Alkitab, secara tidak pemahaman “Warokah” ini  telah mengerdilkan dan merendahkan kemaha kuasaan Tuhan yang maha besar , Warokah mencoba membuat terobosan untuk menghilangkan keraguan dan kebimbangan dirinya atas apa yang tidak pernah dapat difahaminya tentang ajaran Alkitab dengan caranya sendiri, dan inilah cikal awal mulainya “warokah” dengan ajaran baru yang dihasilkan pikirannya sendiri.


Kitab JESAYA 14:(27) TUHAN semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkannya? Tangan-Nya telah teracung, siapakah yang dapat membuatnya ditarik kembali?

JEREMIA 29:(11) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

JESAYA 37:(26) Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari dan telah merancangnya dari zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya, bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu,

JESAYA 40:(13) Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat?
(14) Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?
(15) Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya.

DANIEL 4:(35) Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: "Apa yang Kaubuat?"

Jika saja warokah pernah membaca atau mengetahui nats Alkitab diatas dan sanggup memahaminya, maka dengan ini saya tegaskan muhammad dan islam tidak akan pernah ada dan wujud dimuka bumi ini

      Hal awal yang paling pokok, Secara Alkitabiah kita bisa membuktikan dengan pasti bahwa Warokah bukanlah orang beriman yang dikaruniai Kuasa dan Urapan Roh Kudus, hal ini dapat kita teliti lewat beberapa nats Alkitab dibawah ini,

MATIUS 19:(11) Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.

Kebodohan Warokah menjadi akar dan pemicu utama lahirnya islam

               
                Kebimbangan Warokah tentang ajaran Nasrani (Injil) itu wajar secara manusiawi, namun tidak wajar secara “rohani”, sebab yang menjadi panduan dan acuan bagi “Warokah”  tentang Injil / Alkitab dimasa itu hampir tidak seakurat sekarang ini, bahkan boleh dikatakan bahwa penyebaran Injil ditanah “Arab  tersebar lewat  media dari mulut ke mulut, dan orang yang menyebarkan Injil (Missonaris, Zending) itu sendiri hanya mengandalkan kemampuan daya ingat dan catatan - catatan kecil tentang sebagian kecil dari apa yang diketahuinya tentang Alkitab , sebab Alkitab (Bible) saat itu hanya ada, dan disimpan oleh orang Khatolik Roma dan konon dahulunya sebelum masa reformasi gereja oleh “Marthin Luther”, Alkitab (Bible) hanya boleh dibaca oleh orang orang tertentu, seumpama “PAUS” dan orang yang dianggap berhak dan sama dengannya , intinya adalah ajaran dan isi alkitab yang akurat dan detail tidak diketahui oleh orang asia, semisal Arab pada masa itu

            Dengan dalil dan kondisi dijelaskan diatas sungguh pengetahuan “Warokah tentang Alkitab” adalah sangat sangat minim atau hanya sedikit saja, bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa apa yang diketahui dan didapatkan “Warokah” tentang “isi” Alkitab sudah tidak akurat dan atau dengan kata lain, sudah tidak benar  dan tidak sesuai dengan aslinya (Alkitab), hal ini terbukti dari apa yang diajarkan “Warokah” kepada Muhammad, bisa kita lihat dalam Alquran, seberapa banyak yang didapatkan Muhammad dari Warokah, hanya segelintir,secuil kecil dari isi “Alkitab”, dan terdapat berbagai bagai riwayat yang telah dan tidak sama dengan aslinya (Bible), dan atau bahkan telah dibumbui kebohongan dan cerita palsu.  mengapa saya berkata demikian? sebab kita bisa lihat apa yang tertuang dalam haddits dan Alquran sangat sangat berbeda dengan Apa yang tertulis dalam Alkitab.

                "Jika islam Mengklaim Muhammad mendapatkannya lewat wahyu dari tuhan mereka, itu harus diteliti dulu, sebab kronologis muhammad menjadi nabi sedang dalam proses"
               
                beberapa hal yang aneh kembali muncul dalam kelanjutan perjalanan klaim muhammad mengaku nabi, yaitu tata cara pewahyuan kata kata yang tertuang dalam Alquran, dalam beberapa riwayat yang tertuang dalam Haddits, tertulis bahwa makhluk yang mengaku sebagai jibril itu, bisa berkata kata atau berkomunikasi secara langsung dengan muhammad, dan berbentuk seperti wujud manusia, sehingga dengan ini benarlah beberapa pendapat ulama dan islam yang mengatakan kata kata yang tertuang dalam alquran didiktekan tuhan mereka (islam) kepada muhammad lewat perantaraan makluk yang mengaku jibril,  akan tetapi pada keterangan yang lain bahwa perkataan yang tertuang dalam "Alquran" disampaikan kepada Muhammad lewat berbagai bentuk mimpi, penglihatan atau halusinasi, dan halusinasi inilah yang diartikan atau dijabarkan sendiri oleh muhammad. Dengan kata lain hal ini membantah pemahaman sebelumnyayang mengatakan "bahwa perkataan yang tertuang dalam Alquran didiktekan langsung oleh tuhan islam kepada muhammad melalui makluk yang diklaim jibril, dengan penjelasan kedua diatas membuktikan  tidak benar perkataan yang tertuang dalam Alquran didiktekan sendiri oleh tuhan islam, kepada muhammad lewat makluk yang diklaim jibril tetapi perkataan yang tertuang dalam Alquran adalah "penafsiran sendiri"oleh muhammad tentang apa yang dirasakan dan dilihatnya saat dia mengalami berbagai bentuk mimpi, halusinasi atau penglihatan.
           
            beberapa hal perlu kita tinjau untuk mengetahui benarkah secara keseluruhan "mimpi, penglihatan atau halusinasi"  benar - benar adalah media penyampaian perkataan perkataan dalam alquran  yang didapatkan muhammad dari tuhan islam? lebih jauh kita teliti beberapa haddits yang menuliskan Kronologi Muhammad mengaku nabi dibawah ini:

“Wahyu ilahi datang kepada Rasulallah dimulai dalam bentuk mimpi2 dalam bentuk sinar terang.” (Sahih Bukhari 1:3)